Postingan

PANCASILA, TAUHID DAN SYARIAT

Oleh: Dr. Adian Husaini

Banyak kaum Muslim memandang bahwa hilang nya "tujuh kata" dari sila pertama naskah Piagam Jakarta—dan digantikan dengan rumusan "Ketuhanan Yang Maha Esa"—adalah sebuah kekalahan perjuangan Islam di Indonesia. Namun, tidak demikian halnya dengan IJ Satyabudi, seorang penulis Kristen. Dalam bukunya yang berjudul Kontroversi Nama Allah (1994), ia justru mengakui keunggulan tokoh-tokoh Islam dalam perumusan sila pertama tersebut.
Satyabudi menulis: "Lalu, siapa sebenarnya yang lebih cerdas dan menguasai ruang persidangan ketika merumuskan Sila Pertama itu? Sangat jelas, Bapak-bapak Islam jauh lebih cerdas dari Bapak-bapak Kristen karena kali mat ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ itu iden tik dengan ‘Ketuhanan Yang Satu!’ Kata ‘maha esa’ itu memang harus ber arti ‘satu’. Oleh sebab itu, tidak ada pe luang bagi keberbagaian Tuhan. Umat Kristen dan Hindu harus gigit jari dan menelan ludah atas kekalahan Bapakbapak Kristen dan Hindu ketika me ny…